Tips Wisata Kota Kanazawa Yang Terjangkau Selain Kyoto

Kanazawa menjadi destinasi pilihan di pesisir Laut Jepang bagi wisatawan yang mencari alternatif Kyoto yang tidak terlalu padat dan lebih terjangkau. Aksesnya sangat mudah melalui kereta cepat dari Tokyo dengan waktu tempuh 2,5 jam. Mengutip pernyataan Yuka Matsushima kepada Jenniferackerman, Kanazawa memungkinkan turis menikmati pesona budaya khas Kyoto namun dengan kenyamanan ekstra karena minimnya kepadatan pengunjung.

Karena selamat dari dampak Perang Dunia II, Kanazawa tetap mempertahankan pesona sejarah yang terasa di setiap sudut kotanya. Wilayah yang dulunya merupakan bagian dari Domain Kaga yang makmur ini menawarkan pemandangan kota yang sangat terawat, lengkap dengan deretan kuil dan keindahan alam. Pengunjung bahkan bisa berjalan-jalan santai mengenakan yukata dan merasakan kenyamanan layaknya di rumah sendiri. Sebagai permata tersembunyi di Prefektur Ishikawa, kota ini sangat direkomendasikan untuk kunjungan jangka panjang maupun liburan singkat dari Tokyo bagi mereka yang ingin mendalami budaya samurai, kuliner sushi segar, hingga taman-taman legendaris.

Destinasi utama yang wajib dikunjungi adalah Kenrokuen, sebuah taman seluas 25 hektar yang dulunya merupakan kawasan eksklusif bagi penguasa feodal. Kini menjadi salah satu taman tercantik di Jepang, Matsushima menyarankan untuk datang saat fajar agar bisa masuk secara gratis sekaligus menghindari kerumunan. Untuk makan siang, Anda bisa mampir ke Kenrokutei yang ikonik karena terletak tepat di depan air mancur tertua di Jepang. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi hidangan lokal seperti daging sapi Noto dan aroma khas teh panggang Kaga Bōcha.

Kanazawa juga merupakan surga bagi pecinta kuliner. Hanya dengan berjalan kaki dari taman, Anda akan sampai di Pasar Omicho yang telah berdiri selama tiga abad. Di sini, Anda bisa menikmati sushi segar langsung di konter berdiri. Meski musim dingin menawarkan kepiting salju (zuwaigani) dan ikan buri yang melegenda, udang manis (amaebi) tetap menjadi rekomendasi utama karena kelezatannya bisa dinikmati kapan saja sepanjang tahun.

Mirip dengan Kyoto, Kanazawa menjaga dengan baik distrik-distrik geisha bersejarahnya, dengan Higashi Chaya sebagai ikon utamanya. Di sini, pengunjung dapat melihat arsitektur tradisional yang masih terawat sempurna. Salah satu rekomendasi dari Matsushima adalah mengunjungi Shima, sebuah rumah geisha autentik dari abad ke-19 yang kini berfungsi sebagai museum. Setelah mengeksplorasi interiornya, Anda bisa bersantai di ruang teh Kansonan sembari menikmati pemandangan taman belakang yang asri.

Kekayaan kerajinan di kota ini memiliki latar belakang sejarah yang unik dari era samurai. Untuk menghindari kecurigaan Keshogunan Tokugawa, Domain Kaga yang kaya raya memilih untuk menginvestasikan kekayaannya pada “kekuatan lunak” alih-alih militer. Hal ini melahirkan pusat pengrajin keramik, logam, pernis, dan sutra berkualitas tinggi. Warisan tersebut masih hidup di berbagai institusi seperti Museum Seni Prefektur Ishikawa, Pusat Kimono Kaga-Yuzen, hingga Museum Keramik Ohi. Bagi pecinta seni modern, Museum Seni Kontemporer Abad ke-21 juga menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan.

Menikmati kuliner Estetik dan Segar Kanazawa

Berdekatan dengan perairan Teluk Toyama yang kaya, Kanazawa menawarkan kesegaran hasil laut yang sulit tertandingi; bahkan banyak restoran ternama di Asia yang memasok ikan dari sini. Untuk pengalaman terbaik, Matsushima menyarankan Sentori Sushi, yang bisa Anda kunjungi setelah mengikuti tur mencicipi sake di Pabrik Sake Fukumitsuya. Pilihan lainnya adalah Kuratake, tempat Anda bisa menikmati jamuan omakase berkualitas mulai dari harga 9.500 yen (sekitar $60 USD).

Selain sushi, Kanazawa sangat terkenal dengan hidangan Oden. Berbeda dengan versi lain, kaldu di sini menggunakan racikan khusus rumput laut (kombu), serpihan bonito, dan kecap khas dari kota Ono. Bagi Anda yang menyukai suasana lokal yang autentik, Oden Miyuki adalah tempat yang tepat, meski Anda harus rela mengantre lama. Jika ingin suasana yang lebih artistik, Crafeat menawarkan konsep kappo modern yang menyajikan hidangan di atas perangkat pernis mewah karya pengrajin asal Wajima.

Manjakan lidah Anda dengan jamuan mewah di Ryotei Otomoro, sebuah restoran yang membawa Anda kembali ke era samurai. Hidangan yang disajikan merupakan resep asli dari abad ke-17 yang dulunya hanya dinikmati oleh kaum bangsawan di kastil. Ini adalah kesempatan langka untuk mencicipi masakan dari keturunan koki feodal lokal.

Jangan lewatkan juga sisi manis kota ini melalui tradisi teh dan kue tradisionalnya. Sebagai kota dengan konsumsi kue tradisional terbesar di Jepang, Kanazawa memiliki banyak pilihan kedai wagashi legendaris seperti Yoshihashi dan Takasagoya. Bagi Anda pecinta kuliner modern, pastikan mampir ke Kazu Nakashima yang terkenal dengan roti daifuku buahnya yang cantik dan lezat.

Satu lagi destinasi kuliner yang tak boleh dilewatkan adalah Les Tonnelles. Restoran ini menempati bangunan unik karya Shigeru Ban yang menyatukan alam dengan ruang makan melalui tanaman anggur yang menjuntai di atas meja. Di sini, Anda bisa mencicipi kreativitas koki Marco Santoscoy yang mengawinkan cita rasa Meksiko ke dalam hidangan Prancis modern.

Bagi para pecinta sake, Prefektur Ishikawa adalah gudangnya. Anda bisa singgah di Kanazawa Shu-Shu, sebuah bar santai yang menyajikan tapas lezat sebagai pendamping sekitar 100 pilihan sake lokal. Tidak perlu khawatir dengan kendala bahasa, karena bar ini menyediakan menu dalam bahasa Inggris untuk membantu Anda memilih sake yang paling sesuai dengan selera dari wilayah Ishikawa, Toyama, maupun Fukui.

Penginapan Tradisional Kanazawa yang Lekat akan Sejarah

Jika Anda mencari penginapan dengan nuansa tradisional yang kental, Kinjohro adalah jawabannya. Ryokan bersejarah ini memungkinkan tamu untuk melupakan rutinitas harian melalui layanan makan malam di kamar dan suasana taman yang damai. Kedekatannya dengan Sungai Asano memberikan akses mudah untuk mengeksplorasi sisi klasik Kanazawa saat malam hari.

Sebagai alternatif kontemporer, Hyatt Centric Kanazawa hadir dengan konsep galeri seni yang mewah tepat di jantung transportasi kota. Jika Anda berencana tinggal lebih lama atau memiliki kebutuhan diet khusus, Hyatt House yang berada di lokasi yang sama menyediakan kamar dengan dapur kecil. Hotel ini juga merupakan Hyatt House pertama di Jepang yang menawarkan area lobi multifungsi bagi para pekerja digital atau mereka yang membutuhkan ruang kerja yang nyaman.