Eropa Kini Makin Terjangkau: Panduan Destinasi Populer dan Tips Hemat Traveler

Perjalanan wisata ke benua Eropa sekian lama diidentikkan sebagai destinasi impian yang memerlukan alokasi anggaran besar serta manajemen logistik yang kompleks. Kendati demikian, dalam kurun beberapa tahun terakhir, persepsi tersebut mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Tersedianya opsi penerbangan yang kian variatif, penawaran paket wisata yang kompetitif, serta simplifikasi dalam proses aplikasi visa menjadi faktor pendorong meningkatnya animo wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Benua Biru.

Antusiasme masyarakat Indonesia untuk liburan ke Eropa juga terus meroket pascapandemi Covid-19. Sekarang, Benua Biru tidak cuma diincar oleh para traveler senior yang sudah sering bolak-balik ke luar negeri, tapi juga mulai dilirik oleh para pemula yang baru pertama kali ingin merasakan serunya menjelajahi destinasi internasional jarak jauh.

“Jika berkaca pada masa sebelum pandemi, tren liburan ke Eropa sekarang justru melesat dengan pertumbuhan yang sangat positif,” jelas Wiranata, selaku General Manager Kintana Tour. Menurutnya, salah satu pemicu utamanya adalah proses pengurusan visa Schengen yang kini terasa lebih mudah. Ditambah lagi, ada kebijakan visa cascade yang membuat pelancong bisa mendapatkan masa berlaku visa yang lebih panjang, sehingga rencana bolak-balik ke Eropa jadi makin praktis. Menariknya lagi, harga tiket pesawat ke beberapa negara di Asia yang belakangan ini melonjak mahal membuat orang-orang mulai menghitung ulang budget mereka. Begitu tahu selisih biayanya tidak terlalu jauh, banyak yang akhirnya memilih Eropa karena dinilai menawarkan pengalaman liburan yang jauh lebih berkesan dan lengkap.

“Kadang setelah dihitung-hitung, selisih biayanya tidak seberapa. Akhirnya banyak yang mikir, tanggung ah, sekalian saja terbang ke Eropa karena pengalaman yang bakal didapat pasti jauh lebih kaya,” tambahnya.

Bagi para pemula yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Benua Biru, rute klasik di kawasan Eropa Barat tetap jadi incaran nomor satu. Mulai dari romantisnya Paris dengan Menara Eiffel-nya, susur kanal estetik di Belanda, pemandangan magis Pegunungan Alpen di Swiss, sampai deretan situs bersejarah di Italia masih punya daya pikat yang kuat. “Wajar saja, pelancong yang baru pertama kali ke Eropa biasanya penasaran ingin melihat langsung ikon-ikon dunia yang selama ini cuma bisa ditonton lewat TV atau berseliweran di medsos. Kalau sudah kesampaian, baru deh di trip berikutnya mereka mulai tertarik menjelajahi keindahan alamnya,” tutur Wiranata.

Guna menjawab kebutuhan para traveler pemula, Kintana Tour merancang paket liburan khusus yang merangkai deretan destinasi populer dalam satu jalur perjalanan. Rute ini bisa dimulai dari indahnya Paris dan berakhir di megahnya kota Roma, melewati Prancis, Belgia, Belanda, Swiss, Italia, hingga ke Vatikan. “Tagline utama kami adalah paling worth it. Hanya dalam satu kali trip selama 12 hari, wisatawan sudah bisa mencentang hampir semua destinasi impian yang paling sering diincar saat pertama kali ke Eropa,” terangnya.

Walaupun Eropa Barat masih jadi juara bertahan, beberapa destinasi lain ternyata mulai naik daun dan banyak diincar oleh turis asal Indonesia. Salah satu yang paling naik daun adalah Santorini di Yunani, yang terkenal banget dengan suasana romantisnya, rumah-rumah putih yang khas, serta pemandangan lautnya yang ikonis. Apalagi sekarang akses terbang ke sana makin gampang karena bisa transit lewat Istanbul, Turki, yang otomatis bikin pelancong makin kesengsem buat berkunjung. “Saat ini Santorini memang lagi hits banget dan banyak dicari. Harga tiketnya lumayan ramah di kantong dan rute perjalanannya juga semakin praktis,” tuturnya.

Di luar Santorini, Norwegia juga mulai masuk dalam daftar buruan para traveler yang mendambakan pengalaman berbeda. Negara ini biasanya diincar oleh mereka yang sudah khatam menjelajahi Eropa Barat dan ingin menjajal liburan berkelas (premium), terutama demi menyaksikan keindahan aurora secara langsung. “Bisa dibilang, berburu aurora di Norwegia itu adalah level selanjutnya setelah puas keliling Eropa Barat. Ini termasuk kategori premium trip yang peminatnya sangat banyak,” kata Wiranata.

Menariknya, waktu liburan ke Eropa sekarang tidak melulu menumpuk di musim panas atau musim dingin saja. Musim gugur justru mulai naik daun dan dianggap sebagai salah satu waktu terbaik untuk terbang ke sana. Selain karena cuacanya yang lebih bersahabat dan sejuk, ongkos liburan pada periode ini biasanya jauh lebih ramah di kantong.

Saat musim gugur, cuacanya pas banget di badan—nggak bikin keringetan tapi juga nggak sampai bikin menggigil. Ditambah lagi, banyak tempat wisata yang masuk masa low season, jadi ongkos jalan-jalan bisa jauh lebih miring,” ungkapnya.

Bicara soal budget, sekarang Anda tidak perlu lagi menunggu punya uang ratusan juta rupiah untuk bisa menginjakkan kaki di Eropa. Kintana Tour, misalnya, membuka paket wisata reguler selama 12 hari dengan harga mulai dari Rp32,9 juta saja. Kalau mau terima beres, ada paket all-in yang mencakup seluruh kebutuhan perjalanan di angka kisaran Rp42,9 juta. “Kalau mau liburan tenang tanpa pusing memikirkan biaya dadakan di sana, paket all-in jelas pilihan paling aman. Jadi, Anda bisa fokus jalan-jalan tanpa takut dompet jebol,” sarannya.

Bagi pelancong muslim, jalan-jalan ke Eropa sekarang juga dirasa makin nyaman dan ramah. Tempat makan halal kini sudah menjamur dan gampang dicari, terutama di kota-kota besar atau area yang banyak dihuni oleh komunitas Asia. “Kalau di Belanda atau Jerman, mencari makanan halal itu sama sekali tidak sulit. Banyak sekali resto Asia yang sudah mengantongi sertifikat halal,” kata Wiranata. Agar liburan makin tenang, Kintana Tour bahkan menyediakan pemandu wisata muslim. Tugas mereka adalah membantu mengatur jadwal perjalanan dengan fleksibel, jadi para peserta tur bisa tetap beribadah tepat waktu di tengah-tengah agenda jalan-jalan.